PosRoha.com | Taput, Dr Capt Anton Sihombing mantan Ketua Yayasan Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen menyebut, pernyataan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk oleh Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan, telah menimbulkan gejolak sosial hingga terjadi polarisasi pro dan kontra di tengah masyarakat.
Anton Sihombing menyebut, idealnya Ephorus HKBP fokid pastoral bukan justru membuat pernyataan mendesak tutup TPL. Masih sangat banyak persoalan mendasar, baik itu dalam internal Gereja hingga persoalan sosial masyarakat yang lebih membutuhkan atensi dari pucuk pimpinan HKBP.
“Masih banyak persoalan mendasar dalam internal Gereja, seperti persoalan Narkoba di Sumut. Tugas Pastoral saat ini sangat dibutuhkan untuk membantu Pemerintah dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkoba,”ungkap Anton Sihombing, Selasa (3/6/2025).
Ketua Umum Komisi Tinju Indonesia (KTI) Pusat, Anton Sihombing mengisahkan, awal berdirinya PT Inti Indorayon Utama (IIU) sangat memberikan dampak perubahan besar dalam kehidupan masyarakat di wilayah Tapanuli hingga kemudian berganti nama menjadi PT Toba Pulp Lestari dengan konsep ramah lingkungan.
Awalnya TPL, lanjut Anton Sihombing, berdiri berdasarkan keinginan masyarakat hingga kondisi terkini yang go publik dan dampak keberadaannya sangat dirasakan masyarakat.
“Seruan Ephorus HKBP yang mendesak penutupan TPL, hal ini sangatlah tidak tepat. Saya lebih sepakat, upaya pengawasannya yang ditingkatkan. Jika ada pernyataan tutup TPL, saya kira akan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,”ujar Anton Sihombing.
Sebelum menyatakan seruan untuk penutupan TPL, sambung Anton Sihombing, harusnya dibarengi pertimbangan mendasar, agar tidak menjadi polemik dan menciptakan polarisasi di tengah masyarakat luas.
“Presiden Prabowo saja sangat aktif dalam menciptakan iklim investasi yang baik dan aman di Negeri ini serta mengundang kehadiran dari para pimpinan Negara-Negara sahabat yang tujuannya jelas agar mereka berinvestasi di Indonesia untuk membangkitkan perekonomian bangsa. Ini kita malah mau menutup TPL yang keberadaannya tentu merupakan investasi besar untuk mendukung kemajuan bangsa,” pungkas Anton Sihombing.
Sebelumnya, Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan belum lama ini menyerukan agar PT TPL ditutup, karena berdampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan konflik horizontal di Tano Batak.
Pdt Victor juga secara tegas menyerukan agar TPL ditutup karena dinilai tidak membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, melainkan menimbulkan krisis lingkungan dan konflik horizontal. (Hasiholan)
More Stories
Perumda Tirtanadi Permudah Pelanggan Bayar Tagihan Air
Gubernur dan Kajati Sumut Bahas Program Restorative Justice
Gubsu Bobby Nasution Melantik Ardian Surbakti Pimpin Perumda Tirtanadi