PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

PU Fraksi Hanura-PKB DPRD Medan Terkait RPJMD 2025-2029, Roma Uli Silalahi : “Berdayakan Klinik Program UHC Premium”

PosRoha.com | Medan, Untuk mewujudkan terlaksananya pelayanan kesehatan yang prima di Kota Medan melalui program UHC Premium. Pemko Medan diminta untuk melakukan pemerataan pelayanan kesehatan dasar yakni bukan hanya di Puskesmas tetapi juga ikut di klinik klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Pemko Medan tidak hanya menitikberatkan pelayanan dasar di Puskesmas saja. Tetapi, sebaiknya dilakukan pemerataan pelayanan kesehatan dengan memberdayakan klinik klinik yang ikut bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, ” sebut Roma Uli Silalahi (foto) kepada PosRoha.com, Rabu (18/6/2025).

Dikatakan Roma Uli Silalahi SST MKM, hal tersebut juga sudah disampaikan saat pemandangan umum Fraksi Hanura-PKB dalam rapat paripurna atas penjelasan Walikota Medan terhadap Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029, Senin (16/6/2025).

Dikatakan Roma Uli, saat ini Pemko Medan diharapkan supaya terus lebih fokus peningkatan pelayanan kesehatan apalagi dengan program UHC Premium. “Maka dengan memaksimalkan pemerataan pelayanan kesehatan mulai dari Posyandu, Puskesmas, klinik dan Rumah Sakit dinilai sangat penting,” ungkap politisi PKB itu.

Apalagi dengan adanya regulasi untuk mengatur masalah kesehatan yakni Peraturan Daerah No 04 tahun 2012 tentang sistem kesehatan Kota Medan, maka Pemko Medan harus fokus dalam penerapannya.

Sehingga kata Roma Uli yang berprofesi sebagai Bidan itu, dengan pemberdayaan Klinik klinik di Medan sangat membantu pelayanan kesehatan lebih maksimal. Seperti hal perawatan dan pengobatan, melalui program UHC Premium akan dapay membangun sebuah sistem kesehatan yang bertujuan memberikan akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu.

Ditambahkan, perlu diperhatikan bahwa ada tantangan terkait dengan distribusi layanan kesehatan yang adil, serta aksesibilitas dan kualitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Maka untuk efisiensi anggaran, penanganan di klinik jauh lebih sedikit dari pada di rumah sakit.

“Perawatan di klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesejatan salahnsatu cara mengefisienkan anggaranya. Cuman kendalanya saat ini di klinik yang bekerja sama dengan
BPJS dibatasi hanya sepuluh bed tempat tidur saja,” terang Roma Uli.

Pada hal, saat ini pihak Rumah Sakit sering memulangkan pasien aladan kamar penuh. “Lalu kenapa Klinik tidak diberdayakan. Hal ini kami minta penjelasan Walikota,” sebut Roma Uli. (lamru)