PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

Pelatih Gelisah, PSMS Gagal Raih 3 Poin di Kandang Sendiri

PosRoha.com I Medan. Tuan rumah PSMS Medan gagal memetik poin penuh setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Liga II Pegadaian Championship 2025/2026.

Hasil ini justru semakin mempersulit langkah PSMS untuk beranjak dari posisi tengah. Sejak peluit wasit Asep Yandis dibunyikan, PSMS mencoba menguasai laga dengan umpan-umpan pendek. Namun, tempo permainan justru lebih banyak menghasilkan pelanggaran keras.

Pada menit ke-4, Nazar harus menerima kartu kuning setelah menjatuhkan pemain lawan dengan cukup kerasl.Tuan rumah nyaris kecolongan di menit ke-9. Umpan Kim yang gagal sempurna berhasil dicuri oleh striker PSPS , Francis. Sayangnya, umpan matang Francis ke arah Antonio masih melebar tipis di samping gawang yang dikawal Reky Rahayu.

Hingga 15 menit pertama, dominasi PSMS terlihat jelas, tetapi ketajaman di lini depan menjadi pekerjaan rumah besar. Umpan silang Ari Maring gagal dimanfaatkan Clayton karena kontrol bola yang belum maksimal.

Puncak drama terjadi pada menit ke-26. Antonio sempat mencetak gol untuk PSPS, namun asisten wasit langsung mengangkat bendera tanda offside. Setelah di u check ulang, posisi Antonio dinyatakan on-side. Gol pun disahkan. PSPS unggul 1-0, membuat stadion yang tadinya bergemuruh mendadak hening.

Tertinggal satu gol, pelatih PSMS Eko Purdjianto terlihat gelisah di pinggir lapangan. Ritme permainan anak asuhnya melamban dan kehilangan arah hingga babak pertama usai. Skor 1-0 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Memasuki babak kedua, Eko Purdjianto langsung bergerak cepat. Dua kartu as ditarik keluar: Ari Maring digantikan Antoni, dan Dani Saputra digantikan Zaki. Strategi ini langsung mengubah wajah permainan PSMS.Meski PSPS sempat mendapat peluang emas akibat kecerobohan lini belakang tuan rumah, keberuntungan belum berpihak pada mereka.

Tekanan demi tekanan terus dibangun Ayam Kinantan.Namun, kegagalan kembali menghantui PSMS. Pada menit ke-63, Clayton mendapat peluang emas lewat umpan pendek Cadenazi di mulut gawang.tetapi tendangan Clayton justru melambung. Di menit ke-65, Zaki menjadi pahlawan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, ia dengan tenang menceploskan bola ke jala gawang PSPS.

Stadion Utama Sumut bergemuruh! Sorak sorai suporter mengiringi skor imbang 1-1. Eko Purdjianto kembali melakukan rotasi. Arif Setiawan masuk menggantikan Nazar untuk menambah daya gedor. Di sisi lain, pelatih PSPS Aji Santoso tak tinggal diam, menarik Asir dan memasukkan Vieri Doni untuk mempertahankan momentum.

Memasuki menit ke-90, skor masih bertahan 1-1. Wasit memberikan tambahan waktu 7 menit yang dramatis. Harapan tuan rumah diletakkan pada Rifal Lastori yang masuk menggantikan Clayton, namun kombinasi lini serang PSMS masih kesulitan menembus tembok pertahanan PSPS yang disiplin.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga akhir, membagi satu poin untuk kedua tim yang bersaing ketat di papan tengah klasemen sementara.

Menanggapi hasil imbang ini, pelatih Eko Purdjianto menyebutkan ia dan anak asuhnya sudah tampil impresif. Namun Eko mengakui lagi-lagi masalah kehilangan fokus menjadi salah satu penyebab keberuntungan belum berpihak bersama Ayam Kinantan.

“Kita tadi sudah tampil impresif. Tapi tim lawan juga tampil cukup baik. Hasil imbang ini menjadi pelajaran buat kami untuk menghadapi laga berikutnya melawan Depok,” ujar Eko (Pujianto).