PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

Terungkap Bantuan Buku Bacaan di SMPN 10 Medan, 1 untuk Berdua

PosRoha.com | Medan, Anggota DPRD Medan DR Dra Lily MBA MH mengaku miris mengetahui siswa di SMP N 10 Medan mendapat bantuan buku bacaan dari guru nanum harus kongsi bersama teman. Parahnya, siswa belajar di ruangan selalu berpanas – panasan tanpa kipas angin dengan kondisi gelap.

“Kita prihatin dan sangat menyayangkan ketidaknyamanan siswa belajar di SMPN 10 Medan karena fasilitas yang minim,” ujar Lily MBA menyahuti keluhan warga yang juga selaku orang tua siswa saat menggelar Reses III masa persidangan III Tahun Sidang 2024-2025 di Jl S Parman Gg Sawo, lingkungan 12, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (26/7/2025).

Terkait bantuan buku bacaan yang harus kongsi berdua sama temannya. “Itukan gak masuk akal, 1 buku milik berdua dan harus bergantian bawa pulang. Sama halnya belajar di ruangan panas apalagi saat ini musim kemarau,” cetus Lily.

Menurut Lily, keluhan orangtua di SMPN 10 harus menjadi perhatian Dinas Pendidikan Medan. “Kita selalu bilang terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Medan dan menuju Inonesia emas. Tetapi bantuan buku bacaan pun 1 dibagi untuk dua orang, bagaimana ini. Bahkan belajar pun tidak nyaman karena ruangan panas,” sebut Lily.

Kata Lily, kalau saja kondisi demikian tidak segera diperbaikai, sama halnya menghambat proses belajar anak. “Sangat disayangkan, anak masa depan bangsa tetapi kita abaikan,” sebut Lily asal politisi PDIP itu.

Seperti diketahui, hal itu terungkap saat reses dimana salah satu orang tua El warga Jl S Parman Gg Pasir mengeluhkan kondisi anaknya menerima bantuan buku bacaan tetapi harus berbagi dan bergantian dengan temannya untuk bawa pulang. Sama halnya dengan proses belajar yang tidak nyaman dalam ruangan kelas karena kondisi panas tidak ada kipas angin bahkan lampu penerangan redup.

Begitu juga dengan pembelian topi, dasi dan tanda bintang pakaian siswa diwajibkan pembelian di sekolah. Apabila tanda bintang dibeli dari luar maka anak murid mendapat sanksi.

Sementara itu pihak Dinas Pendidikan Kota Medan, Basuki yang ikut menghadiri reses menyampaikan bahwa keluhan orang tua akan menjadi masukan dan segera menindaklanjutinya.

Masih dalam suasana reses, Lily MBA banyak menerima keluhan warga terkait pelayanan publik dan bantuan sosial. Diakhir acara, Lily MBA pun menyampaikan, seluruh aspirasi akan ditampung dan selanjutnya diberikan ke Pemko Medan untuk segera ditindaklanjuti.

“Secara resmi aspirasi warga akan disampaikan ke Pemko Medan melalui rapat paripurna DPRD Medan. Selanjutnya akan kita tindaklanjuti agar segera direalisasikan,” terang Lily. (lamru)