PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

Nyaris Ricuh, Pertemuan Warga Bahas Kinerja Kepling di Kantor Lurah Besar Medan Labuhan

PosRoha.com | Medan, Pertemuan sejumlah warga untuk membahas kinerja Kepling IX Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan terkait tuduhan penjebolan tembok yang dimediasi pihak Kelurahan Besar nyaris ricuh, Rabu (8/4/2026). Pertemuan pun bubar tidak menghasilkan kesepakatan yang pasti sebagai solusi.

Menurut sumber wartawan, pertemuan berlangsung di kantor Lurah Besar Jl Pancing 1 yang dipimpin Kasi Pem Camat Medan Labuhan dan Lurah Besar serta Kepling IX. Namun, saat membahas penjebolan tembok, terjadi keributan dipicu dengan adanya pro kontra dengan penutupan tembok.

Tentu saja warga memilih bubar karena terjadi suara keras dan nada bentak disertai kata kata ancaman.

Ketika hal diatas dikonfirmasi kepada Lurah Besar Gandhi Gusri terkait mediasi masalah tembok. Gandhi memgaku warga bersedia menembok kembali tetapi harus ada persetujuan warga. “Jangan nanti setelah ditembok kembali menjadi persoalan baru. Karena pembuatan pagar ditembok tersebut ada pro dan kontra masyarakat,” sebutnya.

Gandhi mengatakan, belum ada kesepakatan karena warga adu argumen dan masing-masing warga pro dan kontra “Saling mempertahankan ego masing-masing,” terangnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada Kepling IX Hendry mengaku adanya keributan tetapi hanya keributan kecil bang tidak sampai meluas. Hal itu terjadi karena rapat belum selesai warga sudah pada keluar rapat. Dan pemicu lainnya karena adanya perkataan dari pihak warga yang. memicu bang,tapi tak sampai meluas bang.

“Tadi kita sudah mediasi, keputusannya pihak BKM bersedia menutup kembali tembok. Tetapi harus tanyakan lagi warga saya yang lain. Apakah bersedia tembok di tutup untuk jalan ke Mesjid,” ujarnya. (lamru)