PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

DR Dra Lily MBA Gelar Penyebarluasan Idiologi Pancasila dan Wasbang, Pancasila Dasar Negara Jangan Diperdebatkan

PosRoha.com | Medan, Anggota DPRD Kota Medan Dr Lily MBA menggelar Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Kertas No.11, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (30/5/2026).

Dalam sosialisasi tersebut Lily menyampaikan jika mengulik wawasan kebangsaan tentu pasti mengingat Pancasila. Karena Pancasila itu merupakan dasar negara Indonesia.

“Kalau dasar negara tidak boleh dipertanyakan atau diperdebatkan. Karena Pancasila merupakan ideologi Negara Indonesia,” tegas Dr Lily.

Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, lanjut anggota Komisi II DPRD Medan itu, merupakan satu landasan filosofis tentang dasar dan tujuan bernegara Indonesia. Kemudian ideologi dan juga pandangan hidup bangsa yang menyatukan tanah air yang membentang dari Sabang hingga Merauke.

Cara pandang Indonesia terhadap dunia ikut melaksanakan ketertiban dunia dan menjadikan Indonesia sebagai taman sari dunia. Dan juga ideologi pembebasan di dalam melawan berbagai bentuk penjajahan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan prikeadilan.

Pancasila, masih Lily, adalah nafas perjuangan yang digerakan oleh kesadaran Indonesia yang berbangsa satu, bertanah air satu dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu, Bahasa Indonesia, yang menjadi Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 1928.

Dalam kesempatan itu, Lily juga mengajak warga untuk mengingat kembali jumlah bulu yang terdapat dalam burung garuda yang merupakan lambang negara Indonesia. Bahwa jumlah bulu yang ada pada burung garuda itu adalah cerminan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan bagi rakyat Indonesia.

“Ini harus diingat, sebab dari SD hingga SMA kita sudah mempelajarinya,” pesan Lily kepada masyarakat yang jadi peserta sosialisasi tersebut.

Lily juga mengingatkan, Kalau kita cinta tanah air, jika kita disuruh nyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya harus semangat. Kalau tidak semangat, lantas kita mau nyanyi lagu apa. “Jika dibandingkan dengan negara lain, begitu ada musik lagu kebangsaannya, mereka langsung berdiri. Tidak ada melakukan apa-apa,” kata Lily.

Sementara, kita masih ada yang bercerita, masih ada yang ngobrol, baca buku, itu tidak benar. Begitu ada mendengar lagu Indonesia Raya kita harus berhenti sebagai bentuk penghormatan. “Saat nyetir pun kita harus berhenti jika mendengarkan lagu kebangsaan itu,” tegasnya

Kalau sekarang saya melihat di kantor pemerintah, jam 10.00 WIB pasti sudah ada lagu Indonesia Raya. Sekarang anggota dewan, gubernur, Bupati, walikota harus berdiri saat mendengarkan lagu Indonesia Raya, lalu diteruskan dengan pembacaan Pancasila. Ini dasar negara kita agar tidak lupa.

Kita cinta tanah air tapi dengan adanya tiap hari nyanyi Indonesia Raya, kita jadi tidak mudah tergoda. Tetap menjaga stabilitas negara. “Dengan mendengarkan, mengucapkan tentu masuk ke dalam hati, pikiran agar kita tetap menjaga keamanan dan ketertiban kita,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekcam Medan Petisah Hotler, pihak Kelurahan Abdul Hakim Dalimunthe, Kepling, pengurus PDI Kota Medan dan pengurus ranting.(rel/lamru)