PosRoha.com | Medan, Cita-cita bangsa untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 berada di tangan Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Post Z (Gen Alpha). Akan tetapi, Generasi Emas 2045 tersebut tidak akan pernah terwujud apabila Gen Z dan Post Z tidak menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai karakter generasi bangsa.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen SKM saat pelaksanaan penyebarluasan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema Pancasila sebagai sumber nilai, moral dan etika publik pada Juni TA 2026 di Yayasan Wanita Kereta Api Jl Asrama, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (20/6/2026) pagi.

Pelaksanaan penyebarluasan ideplogi Pancasila dengan tema Urgensi Pancasila bagi Generasi Z dan Post Z hanya akan menjadi Generasi Emas apabila Gen Z dan Post Z mampu menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai karakter diri. “Intinya, nilai-nilai Pancasila lah yang akan membawa Gen Z dan Post Z menjadi Generasi Emas,” ucap Zulkarnaen.
Dikatakan Zulkarnaen pada kegiatan yang turut dihadiri para siswa yang terdiri dari Gen Z tersebut, Generasi Emas 2045 tidak akan terwujud apabila tidak dibentuk mulai saat ini.
“Generasi Emas itu adalah generasi yang ditempa melalui pendidikan berkarakter. Sebagai warga negara Indonesia, tentunya kalian harus menempa diri kalian sebagai generasi berkarakter pancasila,” tegas Zulkarnaen kepada seluruh siswa yang hadir.
Zulkarnaen menegaskan, Gen Z dan Post Z memiliki tantangan tersendiri dalam membangun bangsa dan mewujudkan Generasi Emas 2045, khususnya di tengah gempuran teknologi yang tidak terbendung.
“Lewat teknologi, pengaruh budaya luar sangat mudah untuk masuk dan mempengaruhi generasi saat ini, sementara budaya luar tidak selalu sejalan dengan budaya bangsa. Jangan sampai budaya luar menggerus budaya bangsa, tanggungjawab kita untuk mempertahankan budaya bangsa kita,” ujarnya.
Dilanjutkan Zulkarnaen, Gen Z dan Post Z ataupun Gen Alpha juga rentan terhadap sikap Individualisme atau mementingkan kepentingan pribadi.
“Kondisi ini membuat Gen Z dan Post Z minim kebersamaan. Sementara, gotong royong merupakan budaya bangsa yang ditanamkan di dalam Pancasila sebagai dasar negara,” katanya.
Terakhir, Gen Z dan Post Z juga tengah dihadapkan pada tantangan degradasi moral dan etika di era kemajuan zaman. Sementara, Pancasila selalu menanamkan adab dan rasa kemanusian tinggi kepada setiap warga negara Indonesia.
“Intinya, Pancasila harus kita tanamkan di dalam di hati kita semua. Pancasila harus menjadi budaya kita dan menjadi landasan dalam membentuk karakter bangsa agar tidak tergerus pengaruh budaya asing yang memudarkan jati diri bangsa. Artinya, Pancasila merupakan landasan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Acara kegiatan dihadiri Camat Medan Timur, Fernanda, Danramil 02/MT, Dicky A Lubis, Ketua Yayasan SMK YWKA, Nurhamizal, dan Kepana SMK YWKA, Armayanti tersebut. (lamru)

More Stories
Sensus Ekonomi 2026 Momentum Krusial Perbaikan Data Sosial
Walikota Medan Bahas Kerjasama dengan BJB Untuk Penguatan Inovasi Digital Daerah
Kawal Program Strategis Nasional, Macan Asia Medan Turun Jalan Dukung MBG Berkelanjutan