PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Reza Pahlevi Lubis Minta Evaluasi Rutin Penerima Bansos

PosRoha.com | Medan, Anggota DPRD Medan Reza Pahlevi Lubis S Kom (Partai Golkar) mengaku kecewa dengan pendataan Dinas Sosial dan pihak Kelurahan dan Camat terkait warga kurang mampu yang menerima bantuan berdasarkan desil. Dimana seorang Ibu kurang mampu yang kerjanya bilal mayit tidak mendapat bantuan karena terdaftar desil 10.

“Ini salah satu bentuk ketidakakuratan pendataan terhadap warga prasejahtera. Sehingga pendistribusian Bansos (Red-Bantuan Sosial) tidak tepat sasaran maka harus dilakukan evaluasi pendataan ulang secara rutin,” ujar Reza.

Pernyataan itu dikatakan Reza Pahlevi Lubis menyikapi keluhan warga saat pelaksanaan Reses ke VI masa sidang III Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 sesi ke II daerah pemilihan (Dapil) I di Jl Kapten Sumarsono, Lingkungan 9, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (26/7/2026).

Pada saat reses, banyak warga mengaku kurang mampu tetapi tidak pernah mendapat bantuan. Pada saat itu warga minta Reza Pahlevi untuk dapat menyahuti keluhan warga.

“Tolong pak dewan, bantu kami warga kurang mampu di Medan Helvetia agar mendapat bantuan ke depannya,” pinta salah satu warga.

Terkait keluhan warga, Reza pun mengaku akan sama sama memperjuangkan sehingga masyarakat kurang mampu mendapat bantuan tepat sasaran.

“Hal ini menjadi PR kita dan warga harus proaktif menindaklanjuti ke Kepling dan Lurah. Kalau ada penyimpangan terkait pelayanan publik dari pemerintah kasih tau saya,” kata Reza.

Selanjutnya Reza minta kepada Dinsos, Camat, Lurah dan Kepling supaya respon menyikapi keluhan warga. “Kita dari Pemerintah harus respon memfasilitasi setiap kebutuhan warga,” pesan Reza.

Diakhir pertemuan, Reza menyebut, aspirasi warga akan disampaikan ke Pemko Medan secara resmi melalui rapat paripurna. “Aspirasi itu akan kita tindaklanjuti agar direalisasikan skala prioritas,” tutupnya.

Hadir saat reses, Camat Medan Helvetia, Dinas Sosial Kota Medan, Lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan masyarakat konstituen. (lamru)