PosRoha.com | Medan, Anggota Komisi II DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SH menyoroti masih saja buruk pelayanan kesehatan di Kota Medan. Pelayanan program kesehatan skala prioritas yang digaungkan oleh Walikota Medan Rico Waas patut dipertanyakan. Terlebih soal ketersediaan vaksin rabies yang ternyata langka di Kota Medan.
Sorotan itu disampaikan Henry Jhon Hutagalung (foto) asal Partai PSI itu kepada PosRoha.com, kemaren menyikapi sulitnya mendapatkan Vaksin Rabies di Kota Medan.
“Ada aja masalah di Dinas Kesehatan Medan itu, anggaran banyak tapi obat Vaksin Rabies saja sulit didapat. Kita sangat menyayangkan masih buruknya kinerja di Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan termasuk Puskesmas,” kesal Henry Jhon Hutagalung menyikapi sulitnya mendapat Vaksin Rabies di Kota Medan.
Menurut Henry Jhon yang juga mantan Ketua DPRD Medan dua periode sebelumnya. Sepatutnya seluruh Puskesmas di Kota Medan dan 2 unit Rumah Sakit (RS) (RS Pirngadi dan RS Bachtiar Jafar) milik Pemko Medan harus tetap standby Vaksim Rabies.
“Sebab vaksin ini sangat penting. Karena penyakit Rabies itu cukup berbahaya yakni penularan gigitan, karena gigitan dan cakaran Anjing, Kucing, Monyet hewan yang terinfeksi sangat berbahaya,” sebut Henry Johon yang membidangi komisi kesehatan itu.
Untuk itu ulang Henry Jhon, agar semua Puskesmas diwajibkan memiliki ketersediaan Vaksin Rabies. “Jika Vaksin Rabies saja tidak terpenuhi, dimana kebenaran pelayanan kesehatan yang prima itu,” pungkasnya.
Sorotan Henry berawal, ketika menerima laporan, adanya korban digigit Anjing liar yakni anak magang di Komisi IV DPRD Medan Angelica Sitompul. Dimana pada 28 Juli lalu, ketika Angelica hendak mau beramgkat magang ke DPRD Medan dan sedang menunggu angkot di pinggir jalan daerah Mabar Hilir tiba tiba digigit Anjing liar.
Kendati sudah digigit Anjing, Angelica meneruskan perjalanannya ke gedung DPRD Medan. Setelah sampai di kantor DPRD Medan, 10 menit kemudian Angelica mengalami pusing dan mual.
Dan atas saran dari teman temannya, Angelica dianjurkan untuk berobat suntik vaksin rabies. Lalu Angelica bersama temannya menuju RS Pirngadi Medan. Tiba di RS Pirngadi Medan, Angelica bukan mendapat pertolongan malah ditolak petugas kesehatan alasan di RS Pirngadi tidak memiliki Vaksin Rabies dan disarankan agar ke Puskesmas Bestari di Medan Petisah saja.
Di Puskesmas Bestari pun, Angelica mengalami nasib sama, ketika jumpa dengan dr Burhan yang bertugas di Puskemas Bestari juga menolak Angelica dengan alasan tidak memiliki Vaksin Rabies. Mendapat jawaban itu Lalu Angelica didampingi ASN DPRD Medan balik lagi ke gedung DPRD Medan.
Tetapi setiba di gedung DPRD Medan, Angeluca tetap meraya pusing. Dan bebera staf menyarankan ke Poliklinik di kantot Walikota saja. Setibanya di Poliklinik, tetap saja petugas menolak karena tidak ada vaksin rabies
Tetapi, saat Angelica bersama ASN DPRD Medan di Poliklinik lt 2 gedung Walikota Medan, datang salah seorang protokoler yang kenal dengan staf DPRD Medan Lesmana mendapingi Angelica mempertanyakan kejadian sebenarnya dan Lesmana pun menjelaskan.
Spontan saja oknum protokoler tadi menghubungi Kadis Kesehatan Kota Medan lewat HP lalu menyuruh pergi ke Puskesmas Bestari. Lesmana bersama Angelica dan temannya sedikit heran karen balik lagi menjumpai dr Baurhan. Anehnya dr Burhan juga memberikan Vaksin Rabies ke Angelica.
Pantas saja korban gigitan Anjing dan Lesmana bertanya tanya kenapa sebelumnya dr Burhan menolak menyebut tidak ada Vaksin Rabies ternyata ada. Begitu juga dengan RS Pirngadi salah satu RS milik Pemko Medan tidak ada Vaksin Rabies.
Tetkait hal diatas, Henry Jhon Hutagalung menyebut akan berkodinasi dengan pimpinan Komisi dan DPRD Medan akan memanggil Dinas Kesehatan Kota Medan, pihak Puskesmas, dr Burhan dan Rs Pirngadi. Pemanggilan untuk digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait krlangkaan Vaksi Rabies. (lamru)

More Stories
Gandeng Komisi Informasi, Pemko Medan Sosialisasi Permendagri No. 2 Tahun 2026
Evaluasi Penagihan Tunggakan Pajak Daerah, Bapenda Kota Medan Berhasil Tagih Rp 1,4 Miliar
Lambat Tangani Soal Lpju, Rommy Van Boy Minta Walikota Evalusi Kabid SPAPJ Dishub Medan