PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

Kasman bin Marasakti : “MTQ Harus Jadi Gerakan Religius Bagi Generasi Muda”

PosRoha.com | Medan, Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-59 tingkat Kota Medan tahun 2026 menuai apresiasi sekaligus catatan penting dari Ketua Komisi II DPRD Medan, Kasman bin Marasakti Lubis. Ia menilai, event keagamaan tahunan tersebut harus terus dievaluasi agar memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Hal ini disampaikannya Kasman Marasakti (foto) saat ditanya wartawan, Senin (20/04/2036) sekaitan dengan berakhirnya pelaksanaan MTQ ke-59 Kota Medan

Menurut Kasman, Pemerintah Kota Medan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ, baik dari sisi kekurangan maupun kelebihan. Hal ini penting agar kualitas penyelenggaraan ke depan semakin baik dan mampu memberikan manfaat maksimal, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga masyarakat luas.

“Pemko Medan harus mengevaluasi apa saja yang menjadi kekurangan dan memaksimalkan kelebihan dalam pelaksanaan MTQ ini. Dengan begitu, event ini bisa terus berkembang dan semakin berkualitas dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MTQ tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata. MTQ, kata Kasman, harus mampu meningkatkan kesadaran religius masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Medan.

“MTQ ini harus menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya berhenti di panggung lomba, tetapi harus mampu membentuk karakter dan memperkuat keimanan, terutama dalam menghadapi berbagai paham yang dapat merusak generasi muda,” tegasnya.

Selain itu, Kasman juga menyoroti pentingnya penguatan program pembinaan keagamaan berbasis masjid yang selama ini telah dijalankan Pemko Medan. Ia meminta agar pembinaan dari masjid ke masjid terus diperkuat dan diperluas cakupannya.

“Program pembinaan dari masjid ke masjid yang menjadi bagian dari program Pemko Medan harus terus diperkuat. Ini penting agar nilai-nilai yang diusung dalam MTQ tidak hanya terasa saat event berlangsung, tetapi benar-benar hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Kasman menambahkan, pembinaan yang berkelanjutan melalui masjid dapat menjadi benteng utama dalam membina generasi muda agar tetap berada pada nilai-nilai keagamaan yang kuat.

“Kalau pembinaan ini berjalan konsisten, maka MTQ tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan nyata dalam membangun karakter umat,” ungkapnya.

Ia pun mendorong agar MTQ dijadikan sebagai program berkelanjutan yang terintegrasi dengan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, sehingga tidak berhenti pada seremoni semata.

“Event MTQ harus menjadi bagian dari program berkelanjutan. Harus ada tindak lanjut nyata di tengah masyarakat, sehingga tidak sekadar menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial,” pungkasnya. (foto)