PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

PSMS Penentu Nasib Tim Adhyaksa Menuju Promosi Liga Satu

PosRoha.com I Medan, PSMS Medan sedang dalam momen paling unik di akhir musim Liga 2 2025/2026. Bukan lagi mengejar target promosi yang gagal diraih, tim berjuluk Ayam Kinantan ini justru bertransformasi menjadi “juri yang tidak terduga” yakni penentu nasib tim lain yang masih berjuang menuju Liga 1 yaitu tim Adhyaksa yang berusaha naik level liga satu sepak bola Indonesia 2026.

Dalam dua pertemuan terakhir, PSMS tak pernah kalah, menang 1-0 atas Sriwijaya FC dan imbang 2-2 lawan PERSIKAD Depok. Kepercayaan diri tuan rumah sedang tinggi. PSMS diperkuat penuh kecuali Sadam yang belum 100% fit. Sementara Adhyaksa datang dengan pukulan telak, Brian harus absen karena akumulasi kartu.

Pelatih Kepala PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers Jumat (24/4/2026) di Stadion Utama Sumut, menyatakan semua pemain siap all-out. “Tidak ada akumulasi. Semua pemain bisa tampil penuh kecuali Sadam. Kemenangan lawan Sriwijaya jadi motivasi besar. Ini laga home terakhir kami, pastinya ingin ditutup dengan kemenangan. Bukan soal menggagalkan Adhyaksa, tapi tampil maksimal.

Gelandang bertahan Farhan yang mendampingi Eko juga menegaskan bahwa tim sudah haus kemenaran setelah tekanan degradasi hilang. Laga ini mungkin cukup menarik yakni, drama degradasi vs promosi PSMS yang selamat kini bisa “menghancurkan” mimpi Adhyaksa.

Kemudian efek kandang terakhir dan dipastikan suporter Medan dipastikan memenuhi stadion untuk arak-arakan “juru selamat”.Jadi, siapkan pop corn. Stadion Utama Sumut ini malam bukan sekadar pertandingan, tapi panggung balas dendam kehormatan. Ayam Kinantan sudah lepas jerat, dan mereka haus darah.Kalau PSMS menang? Bukan sekadar tiga poin – tapi mereka resmi menjadi “raja kegagalan” bagi perjuangan orang lain. (Rel Pujianto)