PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

DR Lily MBA Minta Disdik Medan Terapkan Pendidikan Berbasis Ramah Anak dan Ideologi Pancasila

PosRoha.com | Medan, Anggota DPRD Medan DR Dra Lily MBA MH minta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan terapkan ramah anak di dunia pendidikan berbasis Ideologi Pancasila. Sehingga, anak saat belajar merasa aman, dihargai, inklusif, menyenangkan tanpa kekerasan namun tumbuh sesuai nilai nilai Pancasila.

Harapan itu disampaikan DR Dra Lily MBA MH (PDI Perjuangan) ketika melaksanakan kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang ke II pada Juni TA 2026 di Jl Jawa, Kelurahan Sei Sikambing C II, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (21/6/2026).

Dikatakan Lily, terutama kepada orang tua dan bagi tenaga pendidik supaya menanamkan nilai nilai luhur Pancasila sejak usia dini. Untuk itu, rasa saling menghargai, menghormati dan toleransi akan dimiliki bila benar benar mengamalkan Pancasila.

Saat ini rasa kebersamaan sesama manusia mulai menipis. Banyak anak anak tidak hafal lagi ke lima sila Pancasila, apalagi pemahaman dan pengamalan. Maka itu, nilai nilai luhur Pancasila supaya diketahui dan diamalkan.

Sepatutnya kata Lily, bagi seluruh anak anak sekolah diwajibkan mendapat perilaku ramah anak dari sekolah. Seperti perilaku ramah anak sesuai Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa. Ramah anak yakni bebas beribadah sesuai agama, gak dipaksa/dibully keyakinannya. Sekolah kasih ruang doa, hormati puasa/Imlek/Natal anak. Ngajarin toleransi sejak kecil.

Sedangkan pada Sila 2: Kemanusiaan yang Adil & Beradab.
Ramah anak yakni gak ada kekerasan fisik/verbal. Hukuman mendidik, bukan mukul/bentak. Anak berkebutuhan khusus diperlakukan sama. Gak ada bullying, child labor. UUD 1945 bilang anak wajib dilindungi.

Untuk Sila 3: Persatuan Indonesia
Ramah anak yakni tidak beda-bedain anak Medan, Jawa, Papua, Tionghoa, dll. Main bareng, seragam sama, lomba 17-an semua ikut. Ngajarin Bhinneka Tunggal Ika lewat kegiatan, bukan hafalan.

Dan pada Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin Hikmat Kebijaksanaan.
Ramah anak yakni suara anak didengar. Musyawarah OSIS, pemilihan ketua kelas beneran voting, bukan ditunjuk. Guru/orang tua mau dengerin pendapat anak sebelum mutusin. Latihan demokrasi sejak SD.

Berikutnya pada Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat.
Ramah anak yakni fasilitas sama buat semua. Anak miskin dapat PIP/KIP, dapat buku gratis. Toilet sekolah bersih & ada buat difabel. Gizi seimbang lewat MBG. Gak ada anak yang “kebagian sisa”.

Diakhir kegiatan, Lily MBA mengajak semua kalangan agar mempedomani Pancasila. Dengan demikian kebersamaan dan budaya gotong royong dapat ditingkatkan. “Saat ini semua itu sudah mulai terkikis maka harus kita antisipasi demi keutuhan bangsa dan negara,” kata Lily. (lamru)