PosRoha.com | Medan, Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 tidak boleh lagi jadi panggung seremonial belaka. Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, SH, melempar warning keras, pemuda Kota Medan sedang dalam kondisi darurat, dicekik tiga racun mematikan sekaligus narkoba, judi online (judol), dan hoax.
“Kalau 98 tahun lalu pemuda menggelorakan semangat merebut kemerdekaan, hari ini pemuda harus berjuang merebut masa depannya sendiri dari narkoba, judol dan hoax. Itu musuh kita yang nyata,” tegas Hadi Suhendra (foto), Rabu (28/10/2026).
Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Belawan yang juga pimpinan DPRD dari Fraksi Golkar itu menyentil keras pemaknaan Sumpah Pemuda yang kian tipis.
“Jangan sampai pemuda Medan tidak paham makna Sumpah Pemuda. Ini bukan seremoni pakai baju adat lalu foto-foto. Ini sejarah tentang kedaulatan bangsa. Kalau pemudanya tumbang karena narkoba dan judol, mau dibawa kemana kedaulatan itu?” kritiknya.
Hadi tidak menutup mata, Polda Sumut memang sedang gencar memberantas narkoba. Tapi ia menegaskan, polisi tidak akan pernah menang jika dibiarkan perang sendirian.
“Narkoba ini akar dari semua masalah. Dari narkoba lahir kriminal, kemiskinan, pengangguran. Memberantas narkoba sama dengan mencabut akar masalah bangsa. Tapi ini butuh peran pemuda, jangan cuma jadi penonton,” ujarnya.
Yang lebih miris, kata Hadi, narkoba kini jalan beriringan dengan judol. Dua racun yang saling menguatkan untuk menghancurkan.
“Judol itu bikin pemuda kehilangan akal sehat. Mimpi kaya instan, ujungnya miskin beneran. Harta habis, jadi pemalas, frustasi, lalu lari ke narkoba. Lingkaran setan ini yang harus kita putus. Mirisnya, ini terjadi di depan mata kita,” bebernya tajam.
Selain dua racun fisik dan ekonomi itu, Hadi juga menyoroti racun ketiga yang tak kalah berbahaya: hoax dan ujaran kebencian.
“Pemuda kita hari ini sangat mudah diadu domba. Cuma karena satu potongan video bohong di TikTok, di Facebook, langsung saling serang. Persatuan yang dulu susah payah dibangun dengan darah, sekarang diruntuhkan dengan hoax. Ini bahaya laten,” tegasnya.
Ia pun melayangkan kritikan pedas kepada pemerintah. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya berteriak selamatkan pemuda, tapi harus hadir dengan fasilitas nyata.
“Selamatkan pemuda Medan dari narkoba, judol dan hoax itu bukan jargon. Tugas pemerintah memfasilitasi. Mana wadah produktifnya? Mana lapangan olahraganya, mana pelatihan keterampilannya, mana lapangan kerjanya? Kalau tidak ada kegiatan positif, jangan salahkan kalau pemuda lari ke narkoba dan judol,” tutupnya. (lamru)

More Stories
Rumah Sakit Tolak Pasien, Iswanda Ramli Minta Putus Izin Kerjasama BPJS nya
Sumpah Pemuda 2026, H Kasman Lubis Serukan Gerakan Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba
Sumpah Pemuda ke-98, Ketua KP-GTI Ajak Pemuda Dukung Koperasi Menuju Indonesia Emas 2045