PosRoha.com | Medan, Anggota Komisi II DPRD Medan dr Ade Taufiq Sp OG mengaku prihatin setelah menerima keterangan dari Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RS) Bchtiar Djafar M Muklis M Kes terkait kondisi RS yang memprihatinkan tidak memiliki dokter spesialis dan minim sarana serta fasilitas lainnya. Tentu saja DPRD Medan mempertanyakan kemampuan Direktur Utama (Dirut) yang baru melakukan perobahan lebih baik.

Terbukti, hingga saat ini, RS milik Pemko Medan itu belum bisa memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat khususnya wilayah Medan Utara.
Dalam rapat evaluasi triwulan I kinerja pihak RS Bachtiar Djafar, di ruang komisi gedung DPRD Medan, Selasa (24/4/2026) terungkap minimnya fasilitas SDM seperti tenaga medis dan alat kesehatan.
Saat rapat, dr Ade Taufiq Sp OG (foto) mempertanyakan kemampuan Dirut Muklis terkait pengelolaan manajemen. Bahkan Ade Taifiq minta penjelasan kendala apa saja sehingga RS belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal sesuai harapan melayani masyarakat Belawan.

“Disini kemampuan pimpinan (Red_Dirut) dituntut agar melakukan berbagai inovasi pengelolaan manajemen yang profesional,” tandas Taufik selaku dokter spesialias anak itu.
Tentu tambah Taufiq, pihak manajemen pertama sekali harus memetakan masalah kekurangan dan kelebihan RS. “Dirut harus mampu petakan kekuatan dan kelemahan. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk cari solusi. Saya dengar minimnya tenaga medis dan tidak berfungsinya OK (kamar bedah) hingga listrik sering padam selalu menjadi masalah.

Untuk itu, tambah Taufiq, pihak manajemen harus semangat pantang menyerah. Bersaing sehat memberikan pelayanan yang terbaik. “Pelayanan supaya ditingkatkan dan banyak yang harus dibenahi sarana dan prasarana,” ssbutnya.
Mendapat sorotan tajam dan kritikan dari sejumlah anggota dewan, terlihat Muklis kurang semangat. Bahkan sempat salah satu anggota dewan melontarkan pertanyaan kenapa Muklis kurang gairah memberikan penjelasan. “Semangat pak, mari kita seriusi membenahi RS agar mampu bersaing dengan RS swasta di sekitar Medan Utara, ” tandas salah satu dewan.
Dalam penjelasan Muklis disebutkan, dalam hunian BOR RS Bachtiar Djafar sangat rendah. Dari sekitar 100 tempat tidur hanya 40 persen yang terisi. Begitu juga soal klaim BPJS hanya sekitar 5 Miliar tahun lalu.

Terkait kritikan dewan, Muklis mengaku akan berbuat maksimal dan tetap berharap mendapat dukungan dan masukan DPRD Medan.

Diketahui Rapat evaluasi dipimpin Ketua Komisi II Kasman Bin Marasakti, Wakil Ketua Modesta Marpaung, Henry Jhon Hutagalung, dr Ade Taufiq, Binsar Simarmata. Sedangkan perwakilan OPD Pemko dihadiri Dirut TS Bachtiar Djafar Muklis dan stafnya serta Sekretaris Dinkes Kota Medan Henny Lubis didampingi stafnya. (lamru)

More Stories
Saat RDP, Dame Duma Sari Hutagalung Minta Pihak Royal Sumatera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Bhayangkara Presisi Pastikan Lolos ke Grand Final Jika Menangkan Satu Laga Lagi
Disaat Sosper, Modesta Marpaung SKM S Keb Edukasi Masyarakat Terkait Kesehatan