PosRoha.com | Medan, Ambisi Adhyaksa FC Banten membawa pulang tiga poin dari markas PSMS Medan, Sabtu (25/4/2026) malam, sirna sudah. “Ayam Kinantan” leading dulu walau harus bermain dengan 10 orang. Laga yang berlangsung panas hingga usai pertandingan ini berakhir imbang 1-1.
Bagi PSMS, hasil ini tiket selamat dari jerat degradasi. Bagi Adhyaksa Puncak klasemen pun melayang. Memasuki menit ke-25, laga menjadi adu taktik. PSMS mulai menekan, tetapi pertahanan rapat Adhyaksa bagaikan tembok kokoh. Menit ke-44 Arif Setiawan memecah kebuntuan.
Sepakan terukurnya merobek jala Adhyaksa. Stadion bergemuruh. PSMS unggul 1-0. Wasit Lawita memberikan 4 menit injury time, tetapi skor bertahan hingga babak pertama usai.
Babak kedua adalah babak yang berbeda. Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, gerak cepat. Dua pemain ditarik masuk, energi baru untuk menggempur pertahanan PSMS. Namun, petaka menghampiri tuan rumah di menit ke-50. Reky Rahayu kembali melakukan penyelamatan heroik dengan menghadang Adilson. BENTURAN! Jatuh.
Wasit awalnya ragu, tetapi setelah cek VAR selama hampir 3 menit, keputusan keluar: Kartu Merah untuk Reky Rahayu, PSMS harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-50.
Eko Purdjianto, pelatih PSMS, langsung menarik Clayton dan memasukkan Gundandi. Semua orang menyangka Adhyaksa akan mencetak gol.Tapi sepakbola itu tak pernah linear.
Di menit ke-65, giliran pemain Adhyaksa, Razan Akbar, yang harus mandi lebih cepat usai menerima kartu kuning kedua. Jumlah pemain berimbang lagi: 10 lawan 10.
menit ke-76, wasit Lawita menunjuk titik putih. Penalti untuk Adhyaksa FC, Adilson si algojo sukses menjalankan tugas. Skor 1-1.
Pasca skor 1-1 Adhyaksa menggebu. Mereka mengurung pertahanan PSMS yang tinggal 10 orang. Namun, semangat “Ayam Kinantan” tak padam.
Tendangan demi tendangan digagalkan barisan belakang PSMS yang bertahan mati-matian. Hingga peluit panjang berbunyi. Skor 1-1. Ambisi Adhyaksa FC untuk menduduki puncak klasemen gagal total.
Mereka harus puas melewati jalur playoff untuk promosi. Sementara rival abadinya, Garudayaksa FC (49 poin) , naik ke puncak setelah menang atas Sriwijaya FC. Selisih dua poin menjadi jarak yang teramat berharga dengan dua laga tersisa.
Pelatih PSMS Eko Purdjianto yang ditemani pemain belakang Erwin Gutawa justru lega. “Anak-anak sudah bermain maksimal. Sayangnya, kami tak bisa mempersembahkan kemenangan di momen HUT PSMS. Tapi saya apresiasi perjuangan mereka. Reky Rahayu pasti absen lawan Persiraja nanti, tapi Gunadi tampil cukup memuaskan. Kita evaluasi untuk laga tandang terakhir,” pungkas Eko.
Dikatakan, “Laga ini bukan sekadar tentang satu poin. Ini tentang mental baja PSMS yang selamat dari jurang degradasi, ” papar Eko. (Pujianto)

More Stories
PSMS Penentu Nasib Tim Adhyaksa Menuju Promosi Liga Satu
Atlet NPC Sumut Mewakili Indonesia di Ajang WPA Grand Prix 2026
Gubsu Sampaikan Harapannya di HUT PSMS ke 76