PosRoha.com | Medan, Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Zulham Efendi,S.Pd minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan gerak cepat (gercep) mengambil langkah konkret menangani kemunculan sejumlah buaya liar di kawasan perairan Sungai Bederak, Siombak hingga Paloh Gayor, Kecamatan Medan Marelan.
Keberadaan satwa buas tersebut telah menimbulkan keresahan warga, terutama nelayan kecil dan pencari kepah yang menggantungkan hidup dari aktivitas di sungai dan kawasan muara.
Zulham menilai, kemunculan buaya yang diperkirakan berjumlah sedikitnya delapan ekor dengan panjang 2 hingga 3 meter itu tidak boleh dianggap persoalan biasa. Apalagi, kawasan tersebut berdekatan langsung dengan permukiman warga, tambak, serta lokasi aktivitas nelayan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu baru kemudian melakukan penanganan. Pemerintah harus segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah antisipasi,” tegas Zulham kepada wartawan di Medan, Minggu (25/10/2026).
Politisi PKS Dapil Medan Utara itu mendesak Pemko Medan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Dirpolairud Polda Sumut, BPBD Kota Medan, serta Camat dan Lurah setempat untuk memetakan titik-titik kemunculan buaya dan mengidentifikasi tingkat ancaman terhadap masyarakat.
Ia juga meminta agar dilakukan pemantauan berkala di aliran sungai, kawasan muara, dan lokasi yang dilaporkan menjadi tempat munculnya buaya, termasuk di Paloh Gayor. Selain itu, pemerintah diminta memasang papan peringatan bahaya buaya dan menyampaikan informasi secara terbuka agar warga meningkatkan kewaspadaan.
“Nelayan kecil tidak bisa begitu saja menghentikan aktivitasnya karena mencari ikan merupakan sumber penghidupan mereka. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perlindungan dan solusi yang tepat agar masyarakat tidak dihadapkan pada pilihan antara mencari nafkah dan mempertaruhkan keselamatan,” ujarnya.
Ketua Bidang Petani, Ternak dan Nelayan DPW PKS Sumut itu turut mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari aktivitas berisiko di sungai, seperti mandi, berenang, mencari ikan di titik-titik kemunculan buaya, maupun membiarkan anak-anak bermain di sekitar perairan yang dinilai rawan.
“Warga juga diminta tidak mendekati, memberi makan, memancing, atau mencoba menangkap buaya secara mandiri. Serahkan kepada petugas yang berkompeten,” imbaunya.
Terkait dugaan warga bahwa kenaikan air pasang rob dan kondisi lingkungan menjadi faktor buaya naik ke hulu, Zulham meminta instansi berwenang melakukan kajian lebih mendalam dan tidak menyimpulkan secara spekulatif tanpa data.
“Persoalan ini harus ditangani secara serius, bukan hanya dengan imbauan. Perlu ada langkah cepat, koordinasi lintas instansi, dan sistem peringatan dini bagi warga. Pada saat yang sama, penanganan buaya harus dilakukan oleh petugas yang kompeten dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar,” pungkasnya. (rel/lamru)

More Stories
Wakil Ketua DPRD Medan Hj Sri Rezeki : “Deklarasi Tolak Narkoba Jangan Hanya Seremonial, Warga Butuh Aksi dan Jaminan Keamanan”
Fraksi PAN-Perindo DPRD Medan Dorong Pemko Lakukan Integrasi Data Kemiskinan Secara Berkala Agar Tepat Sasaran
Jurang Kemiskinan Melebar, Fraksi Demokrat DPRD Medan Tawarkan Lima Strategi Pengentasan Kemiskinan