PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

DR Lily MBA Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi Sebagai Kunci Kedamaian

PosRoha.com | Medan, Anggota DPRD Kota Medan Dr. Dra. Lily, MBA, MH melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di tengah masyarakat. Dalam kesempatan itu, Lily mengajak warga untuk kembali mengamalkan Pancasila dengan meningkatkan toleransi dan menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai luntur.

Hal itu disampaikan DR Dra Lily MBA MH saat pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) pada Oktober TA 2026 di Jl Kelapa Sawit, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (24/10/2026) siang.

Dalam pemaparannya, politisi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi II itu menyoroti semakin lunturnya semangat gotong royong di tengah transformasi digital.

“Dulu, gotong royong menjadi media silaturahmi yang paling ampuh. Begitu ada pengumuman gotong royong, semua warga langsung keluar rumah, turun tangan membersihkan parit, drainase, lingkungan tanpa disuruh. Itu kebanggaan kita,” ujar Lily.

Menurut Lily, hilangnya gotong royong berdampak besar pada kehidupan sosial. Sebelum gotong royong, warga tidak saling kenal, pintu rumah selalu tertutup, masalah kecil bisa menjadi besar karena tidak ada komunikasi. Namun setelah gotong royong, masalah besar pun menjadi mudah karena dikerjakan bersama.

“Jangan sampai kita tinggal bertetangga bertahun-tahun tapi tidak tahu nama tetangga sendiri. Bertemu di luar pun tidak saling sapa karena tidak tahu itu tetangga sebelah rumah. Ini ironi di era digital,” sindir Lily.

Lily menegaskan, gotong royong tidak hanya soal bersih-bersih lingkungan, tetapi memiliki 3 pilar penting dalam kehidupan berbangsa. Dimana pada Pilar Ekonomi, Gotong royong melahirkan semangat koperasi dan pemberdayaan UMKM. Kekuatan ekonomi rakyat lahir dari kebersamaan.

Kemudian Pilar Sosial, Gotong royong menciptakan ketahanan lingkungan yang sehat, bersih, dan aman dari banjir dan penyakit. Dan Pilar Budaya, Gotong royong adalah wujud nyata merawat toleransi antar umat beragama dan antar suku.

“Kita harus saling menghormati sesama tetangga dan menjaga keamanan bersama. Kalau semua bertoleransi, otomatis tidak ada peperangan, tidak ada keributan. Itu semua adalah kedamaian,” tegasnya.

Secara ideologi, Lily menjelaskan gotong royong termaktub jelas dalam Pancasila.

“Gotong royong itu ada di Sila ke-3, Persatuan Indonesia. Maknanya adalah kebersamaan, persatuan, dan solidaritas tanpa memandang perbedaan. Dan juga di Sila ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang artinya sikap kekeluargaan dan kerja keras untuk kesejahteraan bersama,” jelasnya. (lamru)