PosRoha

Edukasi, Membangun Kebersamaan

Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung: “Perkuat Peran Perempuan Sebagai Benteng Ideologi Pancasila di Rumah”

PosRoha.com | Medan, Anggota DPRD Kota Medan Modesta Marpaung, SKM S.Keb menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Srikandi asal Fraksi Partai Golkar itu berpesan agar memperkuat peran perempuan dan keluarga sebagai benteng utama ideologi Pancasila di rumah.

Hal itu disampaikan Modesta Marpaung saat melaksanakan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan TA 2026 di Jalan Pimpinan, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (25/10/2026).

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan tersebut, di tengah derasnya tantangan zaman seperti maraknya hoaks, narkoba, intoleransi dan judi online (judol), perempuan dan keluarga menjadi tameng pertama penjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Saat ini ancaman terhadap ideologi sangat nyata di ruang digital. Maka perempuan dan keluargalah yang menjadi tamengnya. Perempuan harus menjadi pelaku aktif penjaga ideologi Pancasila. Karena itu, perkuat peran perempuan dan keluarga sebagai benteng Pancasila di rumah,” tegas Modesta.

Modesta menilai, pengamalan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di era digital menjadi kunci untuk menangkal hoaks, ujaran kebencian dan intoleransi di media sosial. Untuk itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak dari bahaya narkoba, judi online dan geng motor.

Pada kesempatan itu, Modesta juga memberikan pemahaman implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara konkret:

Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, dimaknai dengan saling menghormati teman yang berbeda agama saat beribadah dan turut berperan menjaga keamanan rumah ibadah saat hari besar keagamaan.

Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, diartikan dengan tidak main hakim sendiri, menyelesaikan setiap persoalan dengan musyawarah, peduli terhadap tetangga yang sakit, serta mendukung pelayanan kesehatan yang humanis dan berkeadilan.

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, yakni walaupun berbeda suku tetap mengedepankan gotong royong, tidak menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian berbau SARA, bangga menggunakan produk lokal Medan dan budaya daerah, namun tetap menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.

Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dimaknai dengan aktif mengikuti musyawarah di tingkat lingkungan bersama Kepling, tidak apatis, menghormati hasil keputusan bersama meski berbeda pendapat, serta berani menyampaikan aspirasi kepada DPRD dengan cara yang santun, bukan anarkis.

Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dimaknai dengan tidak pelit ilmu, membantu anak tetangga yang kurang mampu untuk belajar, sesama pelaku UMKM saling membantu bukan saling menjatuhkan harga, serta memastikan bantuan sosial seperti PKH, BPJS PBI dan UHC tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan, tanpa pilih kasih karena kedekatan dengan Kepling.

“Intinya, Pancasila itu dimulai dari keluarga, dijaga di lingkungan dan dikuatkan oleh negara. Dari keluarga, orang tua mengajarkan toleransi dan disiplin. Dari lingkungan, kita hidupkan gotong royong, ronda malam dan kerja bakti. Dan dari negara atau Pemko Medan, harus melahirkan Perda yang berpihak kepada rakyat dan ditegakkan dengan adil,” pungkas Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Medan itu. (lamru)